<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Linux on Abazure.dev</title><link>https://abazure.github.io/tags/linux/</link><description>Recent content in Linux on Abazure.dev</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Fri, 03 Jul 2026 00:00:00 +0000</lastBuildDate><atom:link href="https://abazure.github.io/tags/linux/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Cerita MongoDB-ku yang Mati Sendiri Setelah 30 Detik</title><link>https://abazure.github.io/posts/cerita-mongodb-ku-yang-mati-sendiri-setelah-30-detik/</link><pubDate>Fri, 03 Jul 2026 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://abazure.github.io/posts/cerita-mongodb-ku-yang-mati-sendiri-setelah-30-detik/</guid><description>&lt;h2 id="awal-mula"&gt;Awal Mula&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Sore itu saya mau belajar database NoSQL yaitu MongoDB. Biasanya saya selalu prefer untuk menjalankan &lt;em&gt;service&lt;/em&gt; untuk &lt;em&gt;development local&lt;/em&gt; menggunakan &lt;em&gt;container&lt;/em&gt;. Saya buat konfigurasi compose.yaml sederhana dan ketik &lt;code&gt;podman compose up -d&lt;/code&gt;, cek dengan &lt;code&gt;podman ps&lt;/code&gt;,
dan muncul tulisan &lt;strong&gt;Up&lt;/strong&gt;. Lega. Saya pikir beres.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tapi pas mau dipakai, koneksinya gagal. Saya cek lagi&amp;hellip; container-nya sudah
&lt;strong&gt;Exited&lt;/strong&gt;. Padahal tadi hidup. Saya coba nyalakan ulang hidup 30 detik, lalu
mati lagi. Saya ulangi sekali lagi, hasilnya sama persis. Selalu mati di detik
ke-30, seperti ada timer yang diam-diam menghitung mundur.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Mengenal Apa Itu Proses di Linux</title><link>https://abazure.github.io/posts/mengenal-apa-itu-proses-di-linux/</link><pubDate>Sun, 10 May 2026 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://abazure.github.io/posts/mengenal-apa-itu-proses-di-linux/</guid><description>&lt;h2 id="pendahuluan"&gt;Pendahuluan&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Di Linux, setiap aplikasi atau perintah yang sedang berjalan disebut sebagai &lt;strong&gt;Proses&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sederhananya, jika sebuah program adalah resep masakan yang tertulis di buku, maka proses adalah kegiatan memasaknya di dapur. Tanpa proses, kode program hanyalah tumpukan file mati di dalam harddisk. Memahami cara Linux mengelola proses sangat penting, terutama buat kamu yang ingin belajar administrasi sistem atau sekadar ingin tahu kenapa komputer bisa melakukan banyak hal sekaligus.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="apa-itu-proses"&gt;Apa Itu Proses?&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Secara teknis, &lt;strong&gt;proses adalah instansi dari sebuah program yang sedang dieksekusi&lt;/strong&gt;. Di Linux, proses bersifat dinamis; mereka bisa berada dalam berbagai kondisi (&lt;em&gt;state&lt;/em&gt;) seperti sedang berjalan (&lt;em&gt;running&lt;/em&gt;), menunggu antrean (&lt;em&gt;waiting&lt;/em&gt;), atau sedang tidur (&lt;em&gt;sleeping&lt;/em&gt;) tergantung pada kesibukan sistem.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Mengenal Struktur Direktori Standar Linux</title><link>https://abazure.github.io/posts/mengenal-struktur-direktori-standar-linux/</link><pubDate>Thu, 07 May 2026 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://abazure.github.io/posts/mengenal-struktur-direktori-standar-linux/</guid><description>&lt;h2 id="pendahuluan"&gt;Pendahuluan&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Saat pertama kali menggunakan Linux, banyak pengguna merasa bingung melihat banyaknya folder seperti &lt;code&gt;/bin&lt;/code&gt;, &lt;code&gt;/etc&lt;/code&gt;, &lt;code&gt;/usr&lt;/code&gt;, atau &lt;code&gt;/var&lt;/code&gt;. Berbeda dengan sistem operasi lain yang lebih sederhana, Linux memiliki struktur direktori yang sangat terorganisir dan memiliki aturan standar.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bayangkan jika semua barang di rumah diletakkan secara acak tanpa tempat khusus. Kita pasti akan kesulitan mencari pakaian, buku, atau alat tertentu. Linux juga bekerja dengan prinsip yang sama. Setiap file dan program ditempatkan pada lokasi yang memiliki fungsi tertentu agar sistem tetap rapi, mudah dikelola, dan konsisten.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>